PEMBUATAN NATRIUM TIOSULFAT

PEMBUATAN NATRIUM TIOSULFAT

  1. TUJUAN

Tujuan dilakukannya percobaan ini adalah untuk mempelajari pembuatan garam natrium tiosulfat dan sifat-sifatnya.

  1. LANDASAN TEORI

Natrium banyak ditemukan di bintang-bintang. Garis D pada spektrum matahari sangat jelas. Natrium juga merupakan elemen terbanyak keempat di bumi, terkandung sebanyak 2.6% di kerak bumi. Unsur ini merupakan unsur terbanyak dalam grup logam alkali.

Jaman sekarang ini, sodium dibuat secara komersil melalui elektrolisis fusi basah natrium klorida. Metoda ini lebih murah ketimbang mengelektrolisis natrium hidroksida, seperti yang pernah digunakan beberapa tahun lalu (Mohsin, http://chem-is-try.org).

Sifat Natrium, seperti unsur radioaktif lainnya, tidak pernah ditemukan tersendiri di alam. Natrium adalah logam keperak-perakan yang lembut dan mengapung di atas air. Tergantung pada jumlah oksida dan logam yang terkekspos pada air, natrium dapat terbakar secara spontanitas. Lazimnya unsur ini tidak terbakar pada suhu dibawah 115 derajat Celcius.

Di antara banyak senyawa-senyawa natrium yang memiliki kepentingan industrial adalah garam dapur (NaCl), soda abu (Na2CO3), baking soda (NaHCO3), caustic soda (NaOH), Chile salpeter (NaNO3), di- dan tri-natrium fosfat, natrium tiosulfat (hypo, Na2S2O3 . 5H20) and borax (Na2B4O7 . 10H2O) (Cotton, 1989).

Natrium Tiosulfat berupa hablur besar, tidak berwarna, atau serbuk hablur kasar. Mengkilap dalam udara lembab dan mekar dalam udara kering pada suhu lebih dari 33°C. Larutannya netral atau basa lemah terhadap lakmus. Sangat mudah larut dalam air dan tidak larut dalam etanol. Natrium tiosulfat juga berperan sebagai antidot untuk keracunan sianida. Sodium tiosulfat merupakan donor sulfur yang mengkonversi sianida menjadi bentuk yang lebih nontoksik, tiosianat, dengan enzyme sulfurtransferase, yaitu rhodanase. Tidak seperti nitrit, tiosianat merupakan senyawa nontoksik, dan dapat diberikan secara empiris pada keracunan sianida. Penelitian dengan hewan uji menunjukkan kemampuan sebagai antidot yang lebih baik bila dikombinasikan dengan hidroksokobalamin (Olson, 2007).

Asam tiosulfat tidak bisa dibentuk dengan menambahkan asam kedalam tiosulfat karena adanya dekomposisi asam bebas ini di dalam air dalam campuran S, H2S, H2Sn, SO2, dan H2SO4 ini bisa dibuat dengan menghilangkan air, dalam temperature rendah (-780C).

Dalam campuran garam-garam tiosulfat adalah stabil dan berasam. Tiosulfat dibuat dengan mendidihkan alkali atau larutan sulfat nitrat dengan S dan juga oksidasi polisulfida dengan udara .

Natrium tiosulfat (Na2SO3) dapat dibuat dari H2SO4. H2SO4 adalah asam yang sangat penting yang digunakan dalam induksi kimia. H2SO4 mencair pada suhu 10,50C membentuk cairan kental. H2SO4 berikatan dengan hydrogen dan tidak bereaksi dengan logam di dalam air untuk menghasilkan H2. H2SO4 menyerap air dan dapat menghasilkan gas. Ion SO42- adalah tetrahedral, mempunyai panjang ikatan 1,49 Å, mempunyai rantai pendek. Ikatan S – O memiliki 4 ikatan σ antar S dan O dan 2 ikatan π yang didelokalisasi S dan 4 atom O. Asam tiosulfat H2SO3 .tidak dapat dibentuk dengan menambahkan asam ke dalam tiosulfat karena pemisahan asam bebas dalam air ke dalam campuran S, H2S, H2Sn, SO2 dan H2SO3.

H2S + SO3 → H2S2O3

Garam yang biasa disebut tiosulfat stabil dan berjumlah banyak. Tiosulfat dibuat dengan memanaskan alkali/larutan sulfit dengan S dan juga dengan mengoksidasi polisulfida dengan air seperti reaksi berikut :

Na2S2O3 + S → Na2S2O3

2NaS3 + 3O2 → 2Na2S2O3 +2S

(Puput, http://aboutchemistry21.blogspot.com)

 

Gambar Sodium-tiosulfat-2-3-hydrate (Anonim, http://commons.wikipedia.org)

 

 

  1. ALAT DAN BAHAN
    1. Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut:

–          Satu set alat refluks

–          Hot plate

–          Labu alas bulat 100 mL

–          Tabung reaksi 5 buah

–          Corong

–          Batang pengaduk

–          Statif dan klem

–          Aluminium foil

–          Cawan petri

–          Gegep

–          Cawan penguapan

–          Pipet ukur 10 mL dan filler

  1. Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut:

–          Natrium Sulfit

–          BaCl2.2H2O

–          HCl 0,01 M

–          I2 1%

–          Aquades

–          Serbuk belerang

 

  1. PROSEDUR KERJA
  2. Pembuatan Natrium Tiosulfat

Rendamen = 138,4 %

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Mempelajari Sifat Natrium Tiosulfat
    1. Reaksi dengan iod

– direaksikan dengan 2,5 mL larutan iod

Larutan warna kuning berubah menjadi bening

 

 

 

 

 

 

 

  1. HASIL PENGAMATAN
  2. Pembuatan Natrium tiosulfat
  • Berat Na2SO3 = 25 g
  • Berat S                                                      = 0,375 g
  • Berat gelas kimia                                       = 26,93 g
  • Berat kristal eksperimen                            = 2,56 g
  1. Menghitung Rendamen Na2S2O3

Reaksi             :           Na2SO3 + S     à  Na2S2O3

Diketahui        :

Mr Na2SO3 = 126 g/mol

Ar S                 = 32 g/mol

Mr Na2S2O3 = 158 g/mol

Mol Na2SO3 =

=

= 0,1984 mol

Mol S              =

=

= 0,0117 mol

Pereaksi pembatas adalah S, sebab jika S direaksikan akan habis bereaksi sebanyak 0.0117 mol maka mol Na2SO3 tersisa adalah 0,1867 mol

Mol S  mol Na2S2O3 = 0,0117 mol

Massa teoritis Na2S2O3 = mol x Mr

= 0,0117 mol . 158 g/mol

= 1,8486 g

Massa eksperimen Na2S2O3 = 1,8486 g

Rendamen       =

=

= 138,4 %

 

  1. Mempelajari sifat natrium tiosulfat
No Perlakuan Hasil Pengamatan
1 Reaksi dengan iod

2,5 mL Natriun tiosulfat + 2,5 mL larutan iod

Reaksi : Na2S2O3 + I2 à  Na2S4O6 + NaI

Larutan warna kuning berubah menjadi warna bening

 

  1. Reaksi – reaksi yang terjadi

– S2O3 + I2 à   2I + S4O6

– Na2S2O3 +  I2 à   Na2S4O6 + NaI

 

 

  1. PEMBAHASAN

Banyak sekali reaksi yang digunakan dalam analisis anorganik kualitatif melibatkan pembentukkan endapan. Endapan adalah zat yang memisahkan diri sebagai suatu fase padat keluar dari larutan. Endapan mungkin berupa kristal (kristalin) atau koloid, dan dapat dikeluarkan dari larutan dengan penyaringan atau pemusingan (sentrifuge), seperti yang dilakukan pada percobaan ini yakni pembuatan natrium tiosulfat, dimana natrium tiosulfat ini dihasilkan dengan mereaksikan Natrium sulfit dengan belerang melalui beberapa tahapan reaksi sampai akhirnya menghasilkan endapan.

Percobaan ini diawali dengan merefluks natrium sulfit dan belerang dalam sebuah labu alas bulat, tujuan dari refluks ini yakni untuk mempercepat terjadinya reaksi dan reaksi yang terjadi dapat maksimal (sempurna), artinya tidak ada volume yang berkurang. Agar diperoleh endapan maka larutan ini disaring dan filtratnya dipanaskan hingga volumenya menjadi setengah dari volume awalnya kemudian disaring kembali, dan dibiarkan beberapa menit sehingga diperoleh endapan yakni natrium tiosulfat. dari percobaan ini diperoleh berat endapan sebesar 1,3386 g dengan rendamen sebesar 138,4 %. Persen rendamen yang diperoleh ini artinya banyaknya natrium tiosulfat yang diperoleh pada percobaan ini adalah sebanyak 138,4% dari berat mula-mulanya. Kesalahan terjadi akibat penyimpulan endapan yang telah terbentuk, padahal endapan masih harus direflux karena campuran belum begitu homogen.

Untuk mengetahui bagaimana sifat-sifat dari natrium tiosulfat ini dilakukan beberapa pengujian yakni reaksi dengan iod, reaksi dengan klor dan pengaruh asam encer. Ketika direaksikan dengan iod larutan yang tadinya berwarna kuning berubah menjadi bening, hal ini terjadi karena produk reaksi antara iod dengan natrium tiosianat menghasilkan tetratiosianat (S4O62-) yang tidak berwarna sehingga larutan yang tadinya berwarna kuning berubah menjadi bening. Warna bening yang dihasilkan adalah tanda bahwa terbentuknya senyawa NaI.

Natrium tiosulfat ini banyak digunakan dalam fotografi dan digunakan untuk melarutkan perak yang tidak reaktif dari emulsi dengan pembentukan kompleks [Ag(S2O3)] dan [Ag(S2O3)2]3-, sehingga natrium tiosulfat ini diproduksi dalam jumlah banyak di pabrik-pabrik.

  1. KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pembuatan natrium tiosulfat dilakukan dengan mereaksikan natrium sulfit dan belerang dengan cara direfluks, disaring, diuapkan dan dikeringkan sampai terbentuk endapan. Sifat-sifat Natrium tiosulfat antara lain berwarna bening ketika direaksikan dengan iod.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, http://commons.wikipedia.org)

Cotton dan Wilkinson, 1989, Kimia Anorganik Dasar, Universitas Indonesia Press, Jakarta.

 

Mohsin, Yulianto, Natrium, http://chem-is-try.org

Olson, 2007, Kimia Farmasi, Erlangga, Jakarta.

(Puput, Pembuatan Natrium Tiosulfat, http://aboutchemistry21.blogspot.com

 

About Faaza

an Ordinary person with extraordinary dreams View all posts by Faaza

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: