Berkunjung ke Borobudur? (Sebuah Pandangan Islam vs Budaya Indonesia)

Tempat KemusyrikanWah wah wah….. candi yang megah ya….”

Mungkin ini kata yang akan pertama kali yang akan keluar dari salah satu wisatawan yang mengunjungi salah satu keajaiban dunia yang bertempat di kota Magelang, Indonesia.

Memang bener sih, candinya bagus, besar, dan waaaahhhh. (saya rasa kita semua setuju akan hal ini),,, namun berdasarkan kuliah yang saya dapatkan tadi siang (saya kuliah di Islamic Center Mu’adz bin Jabal Kendari (18/07/10)), oleh Dosen saya, Ust. Zezen Zainal Mursalin, Lc (alumni Univ. Madinah), beliau mengatakan hal yang belum pernah terpikirkan di pikiran saya, dan mungkin anda juga demikian. Saya mendapatkan sesuatu yang membuat saya menjadi termenung dan harus menyendiri memikirkannya…. cieeeee

ya,,, Berkunjung ke Borobudur,,,, itulah topik yang akan kita kaji bersama…

Sebelumnya saya sampaikan, saya akan berbicara di kedua sisi baik dari agama yang saya cintai (Islam) dan budaya negara yang saya huni (Indonesia). (sok pro nih)

Borobudur, merupakan suatu tempat yang tak bisa di elakkan di mata dunia internasional (keajaiban dunia getuuw), selain sebagai tempat untuk mendatangkan income yang lumayan besar, borobudur juga menjadi salah satu jati diri negara Indonesia. Dan mungkin masih banyak lagi kelebihan yang dimiliki bangunan kuno ini.

Namun di balik itu semua terdapat satu kontroversi besar di dalamnya. khususnya bagi Muslim Indonesia yang akan dan telah berkunjung ke Borobudur. Mengapa saya mengatakan demikian?

Dosen Saya (Ust. Zezen Zainal Mursalin, Lc) dalam salah satu kuliahnya menjelaskan kepada saya mengenai hukum berkunjung ke Borobudur dalam Islam.

Beliau menyampaikan bahwa hukum berkunjung/berwisata ke Borobudur adalah haram, dan sangat dilarang dalam Islam (Lho kok????)

Lho kok??? (Anda bertanya-tanya, saya juga demikian pada awalnya) Namun beliau tidak hanya mengeluarkan fatwa haram tanpa memberikan suatu alasan yang jelas (Ini menunjukkan sikap profesional beliau dalam berdakwah). Alasan yang beliau berikan adalah sangat jelas, yaitu Borobudur adalah salah satu tempat kemusyrikan, salah satu simbol dari agama lain. dan tentu saja sebagai Umat Muslim yang taat, akan menghindarkan diri dari hal-hal yang berbau kemusyrikan seperti mendatangi dukun, pesugihan, dan tentu saja kita dituntut untuk membenci agama selain agama islam. Karena hanya Agama Islamlah yang diridhai Allah azza wa jalla (QS: Ali-Imran:19)

Sehingga dari fatwa beliau ini menunjukkan pengharaman juga dalam mendatangi tempat peribadatan agama lain…

Tapi ini kan budaya bangsa kita? well, emang bener sih,,, tapi agama tetep nomor 1 lah. nih buktinya tempat itu adalah tempat kemusyrikan (ada berhalanya euyy)

berhalanya borobudur

berhala di borobudur

Gak cuma itu lhooo,,, ternyata di borobudur juga terdapat banyak sekali pemahaman-pemahaman yang nyeleneh, dan meskipun nyeleneh tapi anehnya banyak juga yang melakukannya.Diantara kegiatan nyelenehnya yaitu Orang berkeyakinan dapat memperoleh kekayaan dengan bersemedi atau melakukan ritual khusus lainnya. wah wah wah.. syirik banget kan…

Nah kalo gitu kita sbg muslim yang taat dan warga negara Indonesia yang baik mesti ngapain donk????

Alhamdulillah, syariat islam selalu memberikan lebih banyak solusi dari pengharaman suatu hal. nih solusi yang ada…

  1. kita cukup merasa bahwa borobudur adalah salah satu bangunan di Indonesia yang bernilai budaya, tapi jangan terlalu bangga ye…
  2. kalo mo rekreasi, yah ke tempat laen aja, di Indonesia masih banyak kok tempat rekreasi yang menarik lainnya (kalo pergi ke sana kan berarti kita dah nambah income para budha (budha punya kantong juga lho-liat aja fim sun go kong- hehehe)
  3. kamu yang nambah ya…. hehehe

wassalamu alaikum warahmatullahi wa barakatuhu…. smoga bermanfaat ^_^

About Faaza

an Ordinary person with extraordinary dreams View all posts by Faaza

9 responses to “Berkunjung ke Borobudur? (Sebuah Pandangan Islam vs Budaya Indonesia)

  • admaja

    Assalamu’alaikum,slm knal,
    emmm gitu ya…padahal sbelumnya ana ingin skli lho ksana, lihat2 borobudur yg slama ini hnya bs lwt gmbar, krn kbetulan tdk jauh (ktax) dr kampung hlaman ortu,,,
    tp stelah bca tulisan antum+nasihat di ust. zezen, kyaknya kenginan i2 hrs diurungkan deh…
    syukron,,,barakallahu fikum..

    • Abu Silmi

      Wa alaikum salam warahmatullahi wa barakatuh…

      Barakallahu fiik ya akhii. smoga tetep istiqomah..

      nantikan postingan tentang Kegiatan di bulan ramadhan dan software khusus perhitungan zakat. jazakallahu khairan

  • dnk

    kalau semua orang di dunia ini seperti dosen anda, niscaya di dunia ini orang-orang hidup penuh prasangka dan pikiran buruk terhadap satu sama lain. Rasul saja pernah meminjamkan tempatnya untuk didiami oleh umat kristen, dimana kemudian umat kristen tersebut melakukan ritual keagamaan di dalamnya, rasul tidak keberatan. janganlah menjadi pribadi yang begitu simbolis, memuja simbol dan bukan substansi. anda tau sebagian wisatawan muslim mengunjungi borobudur tidak bertujuan untuk semedi apalagi mencari kekayaan atau ilmu kebatinan, mereka hanya ingin berpetualang menikmati dan memperkaya wawasan tentang peninggalan masa lampau.

    ada satu lagi yg saya garis bawahi dari artikel anda:
    “…dan tentu saja kita dituntut untuk membenci agama selain agama islam.”

    sungguh pernyataan yg angkuh. saya jadi menyayangkan, jika hanya untuk belajar membenci agama lain, tidak perlu dosen anda jauh2 pergi ke madinah.

    • Abu Silmi

      terima kasih ya atas commentnya.

      tanggapan saya ialah tetap seperti itu. g goyah, g gemetar apalagi berpaling. sperti dalam kitab suci saya, Al-Qur’an, dikatakan dalam surat Al-Kafirun. ” Bagimu agamu dan bagiku agamaku”…

      Allah dan RasulNya membenci kesyirikan. so saya sebagai ummat yang taat kepada ajaran agama saya ya harus mentaati hal itu….

      saya juga mau tanya ma mbak devira, tentang tulisannya “Rasul saja pernah meminjamkan tempatnya untuk didiami oleh umat kristen, dimana kemudian umat kristen tersebut melakukan ritual keagamaan di dalamnya, rasul tidak keberatan”. ini hadits riwayatnya ada tidak???? riwayat siapa???

      ““…dan tentu saja kita dituntut untuk membenci agama selain agama islam.” yah itu adalah kata saya, dan kata semua ummat islam yang berpegang teguh pada sunnah Rasulullah salallahu alaihi wa sallam.
      “dan telah Ku sempurnakan Agama ini bagi kalian” itu adalah firman Allah azza wa jalla dalam firman terakhirnya dlm Al-Qur’an dan ditempatkan dalam surat Al-Maidah. Agama islam adalah agama yang benar, dan the only one yang benar. sso yang bukan Islam, qt sbg ummat muslim harus merangkul mereka supaya mau masuk dalam islam, dan itu yang dilakukan Rasulullah. iya kan???

      kalo mereka g mau, apa yang dilakukan Rasulullah ??? kamu tau sendiri kan… kembali lagi pada ayat di atas ” Bagimu agamu dan bagiku agamaku”…

      kalo kita berniat datang untuk mengagumi peninggalan sejarah masa lalu, boleh2 aja. islam g larang kok. tapi jangan mendatangi tempat kemusyrikan….. borobudur kan tampat peribadatannya sun gokong… hehehe. ntar kalo ada umat islam apalagi Pak Kiai yang datang ke sana, seolah2 ia mendukung kemusyrikan. bisa2 keislamannya dipertanyakan. iya kan..???

      maaf ya mbak. saya g bermaksud untuk menyinggung mbak, qt kan dituntut untk salng mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran. barakallahu diikum. semoga mbak cepet paham yaa😉

  • sule

    Semuanya kalo perlu sekalian dicocok-cocokin. barangkali aja patung liberty dulunya juga milik kaum muslim…..

    • Fazza

      well, whoever you are… q just mo bilang… makasih ya,, atas tanggapannya.. tapi q mau bilang, di tulisan saya g ada tuh yang bilang kalo umat muslim itu ngaku2.. kecuali kalo kamu bilang islam emang benar, q setuju,,, btw, tulisanq itu buat umat muslim biar mereka g kejebak wisata yang menggugurkan iman. kalo kamu islam, sok,, di baca….

      tapi kalo kamu di luar islam, i’m sorry this is not 4 you…

  • suta madiga

    gue heran lho, kenapa sih banyak ulama muslim atau dosen atau pengajar agama Islam yang demen meng”kafir”kan orang? demen mencap musyrik ke orang? demen meng”haram”kan sesuatu?
    apa sih untungnya buat kalian?
    lo bilang kalo lo dituntut untuk membeci agama slaen Islam. kenapa sih harus membenci mreka?
    katanya Islam itu rahmatan lil’allamin, ko umat umatnya pada suka membenci orang lain? gimana mau jadi rahmat buat alam semesta bro? menentramkan hati lo sendiri dari kebencian aja lo kagak bisa?
    apa iya sih agama diciptakan untuk membenci?
    apa iya sih agama diciptakan untuk menghasut?
    katanya Islam itu rahmat buat alam seisinya, masa’ umatnya pada gampang banget benci ma orang?
    katanya Islam itu agama yang paling sempurna n mulia, apakah membenci itu perbuatan mulia?
    apakah dengan membenci orang lain trus kita jadi sempurna?
    kalo emang lo muslim, buktiin kalo Islam itu bisa menjadi RAHMAT UNTUK ALAM DAN SEISINYA.
    buktiin kalo RAHMATAN LIL’ALLAMIN itu bukan cuma slogan tanpa kenyataan.
    gue heran ma orang-orang yang punya pemikiran gitu.
    emang udah berbuat apa sih untuk dunia?
    baru bisa mikir sedikit aja dah ngrasa hebat.

  • aldi

    lha? sekarang banyak beredar “berita” bahwa borobudur ternyata dibangun nabi sulaiman, dan katanya adalah bangunan muslim? lha yg ini kok malah mengharamkan borobudur? yg bener yg mana nih?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: