KALIUM NITRAT

KALIUM NITRAT

 

  1. A. Tujuan

Tujuan dilakukannya percobaan ini yakni untuk memberikan gambaran tentang teknik dan propses pembuatan garam kalium nitrat dengan menggunakan bahan dasar nitrat.

  1. B. Landasan Teori

Kalium Nitrat adalah suatu senyawa garam nitrat dari kalium dengan rumus molekul KNO3. Garam kalium nitrat dapat dibuat dengan cara mereaksikan kalium klorida, KCl yang ditemukan dalam mineral silvi, dengan natrium nitrat NaNO3. Jikalau larutan jenuh masing-masing reaksi tersebut saling dicampurkan, maka akan terbentuk garam natrium klorida, NaCl dan KNO3 karena larutan NaCl di dalam pelarut air sangat kecil, maka garam tersebut akan mengalami pengendapan, dan melalui penyaringan larutan KNO3 dapat dipisahkan dari NaCl. Dengan mendinginkan filtrat tersebut secara perlahan, maka KNO3(aq) akan mengalami proses kristalisasi, dan untuk memenuhi KNO3 yang dihasilkan perlu kristalisasi (Azis, 2007).

Banyak sekali reaksi yang digunakan dalam analisis anorganik analisis kualitatif melibatkan pembentukkan endapan. Endapan adalah zat yang memisahkan diri sebagai suatu fase padat keluar dari larutan. Endapan mengkin berupa kristal (kristalin) atau koloid, dan dapat dikeluarkan dari larutan dengan penyaringan atau pemusingan (centrifuge). Endapan terbentuk jika larutan menjadi terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan. Kelarutan bergantung pada berbagai kondisi, seperti suhu, tekanan, konsentrasi bahan-bahan lain dalam larutan itu, dan pada komposisi pelarutnya (Vogel, 1979).

Semua nitrat larut dalam air. Nitrat dari merkurium dan bismut menghasilkan garam basa setelah diolah dengan air garam-garam ini larut dalam asam nitrit encer. Reaksi ini dapat dipelajari dengan larutan kalium nitrat, KNO3 (Vogel, 1979).

Salah satu penerapan yang paling berguna dari kalium nitrat ialah dalam produksi asam sendawa, dengan menambahkan asam sulfat yang terkonsentrasi pada larutan encer  kalium nitrat, menghasilkan asam sendawa dan kalium sulfat yang terpisah melalui distilasi fraksional.Kalium nitrat juga digunakan sebagai pupuk, sebagai model bahan pembakar rocket, dan dalam beberapa petasan seperti bom asap, pada yang mana campuran dengan gula memproduksi jelaga asap 600 kali dari volumnya sendiri. Dalam proses pengawetan makanan, kalium nitrat merupakan komposisi umum dari daging yang diasinkan. Kalium Nitrat juga komponen utama dalam penghilang puntung. Juga telah digunakan dalam pembuatan es krim. Kesalahan konsepsi terkenal ialah bahwa kalium nitrat itu antafrodisiak dan ditambahkan dalam makanan dalam adat yang biasa dikerjakan lelaki. Nyatanya kalium nitrat tak memiliki efek seperti itu pada manusia. Kini, penggunaan kalium nitrat dalam pasta gigi untuk gigi sensitif telah bertambah secara dramatis, walau nyatanya telah tak ditampakkan untuk membantu dengan sebenarnya hipersensitivitas gigi (http://id.wikipedia.org/wiki/Kalium_nitrat)

Merupakan senyawa organik yang berbentuk kristal putih atau tak berwarna, rasanya asin dan sejuk. Sendawa mudah larut dalamair dan meleleh pada suhu 377 °C. Ada tiga bentuk sendawa, yaitu kalium nitrat, kalsium nitrat dan natrium nitrat. Sendawa dapat dibuat dengan mereaksikan kalium khlorida dengan asam nitrat atau natrium nitrat. Dalamindustri biasa digunakan untuk membuat korek api, bahan peledak, pupuk, dan juga untuk pengawet pangan. Penggunaannya maksimum sebanyak 0,1 % atau 1 gram/kg bahan. (http://www.panganplus.com/artikel.)

Merupakan senyawa organik yang berbentuk kristal putih atau tak berwarna, rasanya asin dan sejuk. Sendawa mudah larut dalam air dan meleleh pada suhu 377oC. Ada tiga bentuk sendawa, yaitu kalium nitrat, kalsium nitrat dan natrium nitrat. Sendawa dapat dibuat dengan mereaksikan kalium khlorida dengan asam nitrat atau natrium nitrat. Dalam industri biasa digunakan untuk membuat korek api, bahan peledak, pupuk, dan juga untuk pengawet abahn pangan. Penggunaannya maksimum sebanyak 0,1 % atau 1 gram/kg bahan (http://www.ristek.go.id).

Natrium dan kalium melimpah di litosfer (2,6 dan 2,4 % masing-masing). Terdapat sejumlah besar kandungan garam batuan, NaCl dan karnalit, yang dihasilkan dari penguapan air laut dalam jangka waktu geologis. Garam kalium umumnya sulfat, dipakai sebagai pupuk (Cotton dan Wilkinson, 1989).

 

 

 

 

 

 

 

 


  1. C. Alat dan Bahan
  2. Alat

-          Gelas kimia 200 mL 2 buah

-          Corong 2 buah

-          Erlenmeyer 125 mL 2 buah

-          Batang pengaduk

-          Gelas ukur

-          Timbangan analitik

-          Penangas air

-          Cawan petri

-          Hot plate

-          Neraca analitik

  1. Bahan

-          Padatan KCl

-          NaNO3

-          Aquades

-          Kertas saring


  1. D. Prosedur Kerja

 

dilarutkan dgn akuades panas 25 mL

dilarutkan dgn akuades panas 25 mL

 

 

 

dicampur dalam keadaan panas sambil diaduk

 

 

 

-diuapkan sampai setengah volumenya

-  disaring

 

 

 

-   diuapkan sampai setengah volumenya

-   didinginkan hingga terbentuk kristal

-   dipisahkan

 

 

 

 

 

 

kristal

Residu

-direkristalisasi

- dikeringkan

- ditimbang

- dihitung

rendamennya

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. E. Hasil Pengamatan

Menghitung persentase KNO3 (rendamennya)

Dik.

  • Berat KCl                                                 = 7,5 gram
  • Mr KCl                                                     = 74,5 g/mol
  • Berat NaNO3 = 8,5 gram
  • Mr NaNO3 = 85 g/mol
  • Mr KNO3 = 101 g/mol
  • Berat kertas saring                                    = 1,14g
  • Berat kristal                                              = -

Rx KCl    + NaNO3 →    NaCl    + KNO3

o mol KCl       =

o mol KCl       =

= 0,101 mol

o mol NaNO3 =

o mol NaNO3 =

= 0,1 mol

Berdasarkan reaksi di atas, 1 mol KCl 1 mol KNO3

Sehingga  Berat  teoritis KNO3 = mol KNO3 x Mr KNO3

= 0,1 mol x 101 g/mol

= 10,1 gram KNO3

 

0,2 mol KCl  0,2 mol NaCl

Massa NaCl                                  = mol NaCl x Mr NaCl

= 0,1 mol x 58,5 g/mol

= 5,85 gram NaCl

Jadi, % rendamen                          =   x 100 %

=

= tidak terbentuk endapan


  1. F. Pembahasan

Senyawa kimia kalium nitrat merupakan sumber alami mineral nitrogen. Senyawa ini tergolong senyawa nitrat dengan rumus kimia KNO3. Nama umumnya termasuk sendawa (saltpetre/saltpeter). Nama sendawa juga diterapkan pada natrium nitrat. Kalium nitrat juga merupakan komponen bubuk hitam teroksidasi (disuplai oksigen). Sebelum fiksasi industri nitrogen skala besar (proses Haber), sumber utama Kalium nitrat ialah deposit yang mengkristalisasikan dari dinding gua atau mengalirkan bahan organik yang membusuk. Tumpukan kotoran juga sumber umum yang utama, amonia dari dekomposisi urea dan zat nitrogen lainnya akan melalui oksidasi bakteri untuk memproduksi nitrat. Kalium nitrat dapat diperoleh dengan mereaksikan kalium klorida dengan natrium nitrat , seperti yang dilakukan pada percobaan ini.

Percobaan ini diawali dengan mereaksikan kalium klorida (KCl) dengan natrium nitrat (NaNO3) yang telah dilarutkan dengan air panas, yang kemudian diuapkan hingga setengah dari volume awalnya. Setelah dilakukan penyaringan campuran ini diuapkan kembali hingga volumenya setengah dari volume setelah penyaringan. Pemanasan/penguapan ini dilakukan, agar kristal yang diinginkan dapat terbentuk, karena syarat terbentuknya kristal adalah melalui pemanasan. Setelah pendinginan kristal kalium nitrat (KNO3) yang terbentuk dipisahkan dari cairannya melalui penyaringan, dan dilakukan rekristalisasi atau pemurnian kristal dengan akuades agar kristal cairannya bebas klorida, sehingga kristal kalium nitrat yang akan diperoleh mengalami perubahan dari bentuk rhombik menjadi rhombik hedral. Kristal yang akan dihasilkan ini berwarna putih.

Namun pada pencampuran antara KCl dengan NaNO3 jika sesuai dengan reaksinya akan menghasilkan KNO3 dan NaCl, dan akan didapatkan kristal KNO3 melalui proses kristalisasi. Akan tetapi dalam percobaan yang kami lakukan hal ini tidaklah terjadi. Terdapat beberapa kesalahan dalam pembuatan kristal KNO3 diantaranya larutan campuran NaNO3 dan KCl tidaklah diuapkan menjadi setengah volume larutan awal, atau terjadi kesalahan dalam pembuatan larutan sehingga larutan campuran tidak bereaksi.

Akhirnya tidak ada garam kalium nitrat yang diperoleh pada percobaan ini. Jadi praktikum pembuatan kalium nitrat kali ini dapat dikatakan kurang berhasil dan masih perlu belajar lagi.

 

  1. G. Kesimpulan

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa proses dan tekhnik pembuatan garam kalium nitrat dengan bahan dasar nitrat dilakukan dengan mereaksikan KCl dengan NaNO3 melalui proses pemanasan, penyaringan, kristalisasi dan rekristalisasi. Tidak ada rendamen yang terbentuk.

 


DAFTAR PUSTAKA

 

 

Azis, T, 2007, Penuntun Praktikum Kimia Anorganik, Jurusan Kimia Universitas Haluoleo, Kendari

 

Cotton dan Wilkinson, 1989, Kimia Anorganik Dasar, Universitas Indonesia Press, Jakarta. Hal. 251

 

http://id.wikipedia.org/wiki/Kalium_nitrat.

 

http://www.panganplus.com/artikel,

 

http://www.ristek.go.id.

 

Shevla, 1979. Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro Bagian I. PT Kalman Media Pustaka. Jakarta. Hal. 72

 

, 1979. Vogel : Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro Bagian II. PT Kalman Media Pustaka. Jakarta. Hal. 356

 

 

About these ads

About Faaza

an Ordinary person with extraordinary dreams View all posts by Faaza

2 responses to “KALIUM NITRAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: