GARAM MOHR

GARAM MOHR

  1. TUJUAN

Tujuan dilakukannya percobaan ini adalah Untuk mengetahui teknik dan cara pembuatan garam rangkap atau garam mohr.

  1. LANDASAN TEORI

Besi yang murni adalah logam berwarna putih-perak, yang kukuh dan liat. Ia melebur pada 1535oC. Jarang terdapat besi komersial yang murni, biasanya besi mengandung sejumlah kecil karbida, silisida, fosfida dan sulfida dari besi, serta sedikit grafit. Zat-zat pencemar ini memainkan peranan penting dalam kekuatan struktur besi. Besi dapat dimagnitkan. Asam klorida encer atau pekat dan asam sulfat encer melarutkan besi. Pada mana dihasilkan garam-garam besi(II) dan gas hidrogen (Vogel, 1979).

Garam-garam besi (II) atau fero diturunkan dari besi (II) oksida, FeO dalam larutan. Garam-garam ini mengandung kation Fe2+ dan berwarna sedikit hijau. Ion besi (II) dapat mudah dioksidasikan menjadi besi (III), maka merupakan zat pereduksi yang kuat. Semakin kurang asam larutan itu, semakin nyatalah efeknya dalam suasana netral atau basa bahkan oksigen dari atmosfer akan mengoksidasikan ion besi (II). Maka larutan besi (II) harus sedikit asam bila ingin disimpan untuk waktu yang agajk lama (Setiono, 1985).

Garam besi (II) sulfat dapat bergabung dengan garam-garam sulfat dari garam alkali, membentuk suatu garam rangkap dengan rumus umum yang dapat digambarkan sebagai M2Fe(SO4)6H2O, dimana M merupakan simbol dari logam-logam, seperti  K, Rb, Cs dan NH4. Rumus ini merupakan gabungan dua garam dengan anion yang sama atau identik yaitu M2SO4FeSO4.6H2O.

Untuk garam rangkap dengan M adalah NH4, ang dibuat dengan jumlah mol besi (II) sulfat dan ammonium sulfat sama, maka hasil ini dikenal dengan garam mohr. Garam mohr dibuat dengan mencampurkan kedua garam sulfat dari besi (II) dan ammonium, dimana masing-masing garam dilarutkan samapi jenuh dan pada besi (II) ditambahkan sedikit asam. Pada saat pendinginan hasil campuran pada kedua garam di atas akan diperoleh kristal yang berwarna hijau kebiru-biruan dengan bentuk monoklin. Garam mohr tidak lain adalah garam rangkap besi (II) ammonium sulfat dengan rumus molekul (NH4)2FeSO46H2O atau (NH4)2(SO4)26H2O (Azis, 2007).

Garam mohr, besi ammonium sulfat, merupakan garam rangkap dari besi sulfat dan ammonium sulfat dengan rumus molekul [NH4]2[Fe][SO4]2·6H2O. Garam mohr lebih disukai dari pada besi (II) sulfat untuk proses titrasi karena garam mohr tidak mudah terpengaruh oleh oksigen bebas di uadara/ tidak mudah teroksidasi oleh udara bebas dibandingkan besi (II) sulfat (http://en.wikipedia.org/wiki/Mohr_salt).

Kristal adalah suatu padatan yang atom, molekul, atau ion penyusunnya terkemas secara teratur dan polanya berulang melebar secara tiga dimensi.Secara umum, zat cair membentuk kristal ketika mengalami proses pemadatan. Pada kondisi ideal, hasilnya bisa berupa kristal tunggal, yang semua atom-atom dalam padatannya “terpasang” pada kisi atau struktur kristal yang sama, tapi, secara umum, kebanyakan kristal terbentuk secara simultan sehingga menghasilkan padatan polikristalin. Misalnya, kebanyakan logam yang kita temui sehari-hari merupakan polikristal.Struktur kristal mana yang akan terbentuk dari suatu cairan tergantung pada kimia cairannya sendiri, kondisi ketika terjadi pemadatan, dan tekanan ambien. Proses terbentuknya struktur kristalin dikenal sebagai kristalisasi.

  1. ALAT DAN BAHAN
    1. Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah :

-          Gelas kimia 100 mL dan 250 mL

-          Pipet ukur 25 mL dan 10 mL

-          Filler

-          Corong

-          Hot plate

-          Botol semprot

-          Kertas saring

-          Timbangan analitik

  1. Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah :

-          Serbuk besi

-          Larutan H2SO4 10%

-          Ammoniak pekat

-          Aquades

  1. PROSEDUR KERJA

75 mL H2SO4 10%

5 g serbuk besi

-          dimasukkan dalam gelas kimia

-          ditambahkan 75 mL H2SO4 10%

-          dipanaskan

-          disaring (dalam keadaan panas)

-          ditambahkan asam sulfat (filtratnya)

-          dipanaskan secara perlahan

-          diuapkan sampai terbentuk kristal lapisan permukaan

Larutan A

-          dimasukkan dalam gelas kimia

-          ditambahkan 25 mL ammoniak pekat

-          diuapkan sampai terbentuk larutan jenuh

Larutan B

-          dicampurkan dalam keadaan panas

-          didinginkan

-          diamati pembentukkan kristal yang berwarna hijau muda

Tidak terbentuk kristal

  1. PROSEDUR KERJA

 

E.  DATA PENGAMATAN

  1. Garam kompleks Cu[NH3]4SO4.H2O
No Perlakuan Keterangan
1 Mengencerkan 4 ml larutan amonia 15 M dengan 2,5 ml aquades dalam cawan penguapan Larutan berwarna bening
2 Menimbang 2,5 gr CuSO4.5H2O, memasukkan kristal ke dalam larutan ammonia, mengaduk larutan sampai semua kristal larut sempurna Larutan berwarna ungu dan menyebabkan timbulnya gas menyengat (gas ammonia)
3 Menambahkan 8 ml etil alkohol secara perlahan-lahan melalui dinding gelas kimia sampai larutan tertutupi alkohol (jangan diaduk) Larutan berwarna biru tua dan mengalami kenaikan temperatur (reaksi eksoterm)
4 Mendiamkan larutan selama satu malam Terbentuk kristal
5 Memisahkan kristal yang terbentuk dengan dekantasi-memisahkan kristal ke dalam kertas saring dalam corong Warna kristal   = biru tua

Warna filtrat    = biru tua

6 Mencuci kristal dalam corong dengan 5 ml campuran larutan amonia 15 M dengan alkohol, kemudian mengeringkan kristal Bentuk kristal  = padatan

besar

warna kristal    = biru tua

7 Menimbang kristal yang dihasilkan Berat praktek  = 2,06 gr
8 Menghitung persen rendamen % rendamen    =
  1. Garam rangkap Cu(SO4)2(NH4)2.6H2O
No Perlakuan Keterangan
1 Melarutkan 2,5 gr CuSO4.5H2O dan (NH4)2SO4 ke dalam 10 ml aquades dalam gelas kimia Larutan berwarna biru muda
2 Memasukkan campuran tersebut sampai semua garam larut semua Larutan berwarna biru
3 Membuat temperatur larutan turun pada T kamar hingga terbentuk kristal
4 Mengeringkan kristal yang diperoleh dalam kertas saring Warna kristal = biru muda

Warna filtrat = biru muda

5 Memisahkan kristal yang terbentuk dengan dekantasi-memisahkan kristal ke dalam kertas saring dalam corong Bentuk          = serbuk

Warna           = biru muda

6 Menimbang kristal yang diperoleh Berat praktek  = 2,94 gr
7 Menghitung persen rendamen % rendamen    =

 

PEMBAHASAN

Banyak sekali reaksi yang digunakan dalam analisis anorganik kualitatif melibatkan pembentukkan endapan. Endapan adalah zat yang memisahkan diri sebagai suatu fase padat keluar dari larutan. Endapan mungkin berupa kristal (kristalin) atau koloid, dan dapat dikeluarkan dari larutan dengan penyaringan atau pemusingan (sentrifuge), seperti yang dilakukan pada percobaan ini yakni pembuatan garam mohr, namun percobaan yang dilakukan kali ini tidak terbentuk garam atau kristal yang diharapakan. Garam mohr tidak lain adalah garam rangkapdari besi sulfat dan ammonium sulfatdengan rumus molekul (NH4)2FeSO46H2O atau (NH4)2(SO4)26H2O.

Proses pembuatan garam mohr diawali dengan mereaksikan besi dengan H2SO4 melalui pemanasan sampai volume campuran sisa separuh dari volume awal campuran. Filtrat hasil saringan ditambahkan asam sulfat pekat dengan pemanasan sampai terbentuk kristal pada permukaan larutan, diangap sebagai larutan A. Pada wadah yang berbeda direaksikan HSO4 10% dengan ammonia pekat, dengan pemanasan sampai larutan jenuh, yang ditandai dengan tampaknya dua fase dalam larutan, dianggap sebagai larutan B. Dalam keadaan panas kedua larutan dicampurkan dan didinginkan sampai terbentuk endapan berupa kristal, dan dilakukan penyaringan untuk memisahkan kristal dari cairannya. Agar diperoleh garam mohr yang murni dilakukan rekristalisasi, dengan melarutkan kembali kristal dengan sedikit mungkin aquades panas. Dalam proses pembuatan garam selalu dilakukan dengan pemanasan, tujuan dilakukannya pemanasan agar campuran menjadi jenuh sehingga dapat terbentuk endapan, karena endapan dapat terbentuk jika larutan menjadi terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan.Dari proses pembuatan garam mohr terlihat jelas bahwasanya garam mohr terbentuk dari gabungan dua garam.

Garam merupakan suatu bentuk dari kristal. Kristal adalah suatu padatan yang atom, molekul, atau ion penyusunnya terkemas secara teratur dan polanya berulang melebar secara tiga dimensi.Secara umum, zat cair membentuk kristal ketika mengalami proses pemadatan. Pada kondisi ideal, hasilnya bisa berupa kristal tunggal, yang semua atom-atom dalam padatannya “terpasang” pada kisi atau struktur kristal yang sama, tapi, secara umum, kebanyakan kristal terbentuk secara simultan sehingga menghasilkan padatan polikristalin. Misalnya, kebanyakan logam yang kita temui sehari-hari merupakan polikristal.Struktur kristal mana yang akan terbentuk dari suatu cairan tergantung pada kimia cairannya sendiri, kondisi ketika terjadi pemadatan, dan tekanan ambien. Proses terbentuknya struktur kristalin dikenal sebagai kristalisasi. Meski proses pendinginan sering menghasilkan bahan kristalin, dalam keadaan tertentu cairannya bisa membeku dalam bentuk non-kristalin. Dalam banyak kasus, ini terjadi karena pendinginan yang terlalu cepat sehingga atom-atomnya tidak dapat mencapai lokasi kisinya. Suatu bahan non-kristalin biasa disebut bahan amorf atau seperti gelas.

Dalam mineralogi dan kristalografi, struktur kristal adalah suatu susunan khas atom-atom dalam suatu kristal. Suatu struktur kristal dibangun oleh sel unit, sekumpulan atom yang tersusun secara khusus, yang secara periodik berulang dalam tiga dimensi dalam suatu kisi. Spasi antar sel unit dalam segala arah disebut parameter kisi. Sifat simetri kristalnya terwadahi dalam gugus spasinya. Struktur dan simetri memainkan peran penting dalam menentukan sifat-sifatnya, seperti sifat pembelahan, struktur pita listrik, dan optiknya.

Satu sel unit adalah susunan spatial atom-atom yang mengekor secara tiga dimensi untuk menggambarkan kristalnya. Posisi atom dalam sel unit digambarkan sebagai unit asimetri atau basis, sekumpulan posisi atom (xi,yi,zi) yang diukur dari suatu titik kisi.Setiap struktur kristal memiliki sel unit konvensional yang biasanya dipilih agar kisi yang dihasilkan sesimetris mungkin. Meski begitu, sel unit konvensional tidak selalu pilihan terkecil yang mungkin. Suatu sel unit primitif dari suatu struktur kristal merupakan sel unit terkecil yang mungkin dapat dibangun sehingga, ketika disusun akan mengisi spasi/ruang secara sempurna. Sel Wigner-Seitz adalah suatu sel primitif khas yang memiliki simetri yang sama dengan kisinya.

  1. KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa proses pembuatan garam mohr dilakukan, melalui pemanasan, pendinginan, penyaringan dan rekristalisasi dengan mereaksikan garam besi sulfat dengan garam ammonium sulfat.

 

DAFTAR PUSTAKA

Azis, T, 2007, Penuntun Praktikum Kimia Anorganik, Jurusan Kimia Universitas Haluoleo, Kendari

http://en.wikipedia.org/wiki/Mohr_satl,diakses , 4 November 2009

http://id.wikipedia.org/wiki/Kristal, diakses , 4 November 2009

Shevla, 1979. Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro Bagian I. PT Kalman Media Pustaka. Jakarta.

About these ads

About Faaza

an Ordinary person with extraordinary dreams View all posts by Faaza

2 responses to “GARAM MOHR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: